Scary of Sady


Diikutkan Dalam Lomba Menulis Cerpen ‘Majo & Sady’

11011294_799121493475618_8276522854963876132_n

Sady dan rumah baru menjadi dua hal yang sangat berarti bagiku. Sejak kehidupan kami dimulai, pemikiranku tentang hidup tenang  dan bersantai di sofa ruang tamu segera lenyap. Sady sudah jauh-jauh hari membuatkan daftar pekerjaan rumah tangga yang harus dilakukan kami berdua. Kemudian akan menjadi rutinitas baru untuk ke depannya.

Hari senin sampai sabtu aku membuat sarapan, sedangkan Sady kebagian hari minggu saja. Belum apa-apa sudah berat sebelah begini. Mulai terlihat deh, Sady yang tidak bisa memasak. Padahal hari minggu juga tetap aku yang memasak. Yang dilakukan Sady, kan cuma membuat dapur berantakan dengan telur mata sapi gosong atau air yang surut karena ditinggal menonton acara Talk Show.

Kemudian jadwal yang sudah ia buat itu tidak keruan. Misalnya hari senin sampai rabu Sady mencuci baju lain harinya aku yang melakukan. Hari sabtu adalah ritual membersihkan kamar mandi yang hasilnya ia hanya bermain air sambil menyipratiku yang sedang menggosok lantai.

Pernah suatu hari waktu hari libur tiba, Sady sudah duduk manis di depan meja makan sambil membaca sebuah majalah dan meneguk secangkir teh hangat.

“Hari ini mau ke mana ya?” Sady bermaksud menyindirku karena minggu kemarin aku berjanji mengajaknya ke pantai. Tapi sayangnya hari ini aku kurang enak badan dan membatalkan janjiku kepada Sady.

Aku berdeham sambil membawa dua mangkuk bubur ke depan Sady.

“Wohooo, ini pasti enak,” kata Sady sambil bertepuk tangan. Sudah lupakah dia dengan jadwal memasaknya yang telah ia buat beberapa minggu yang lalu?

“Kok, ayamnya dipotong kecil-kecil? Aku kan nggak suka.” Sady menatapku dengan tatapan datar.

Setelah menyendok bubur kedua, aku menahan yang ketiga dan memperhatikan Sady yang sudah melipat tangan di depan dada.

“Aku buatkan lagi ya?” kataku menawarkan diri. kalimat itu rasanya lebih aman daripada sebuah alasan ini-itu.

Setelah aku kembali ke dapur kulihat ia tengah cengengesan sambil memakan keripik.

Yah, Sady memang seperti itu. Kadang dia suka meledak-ledak kalau aku tidak mau melakukan hal-hal yang ia minta. Contohnya seperti potong rambut yang ia lakukan kamis lalu. Padahal dia memotong seenak jidatnya sendiri dengan panduan sebuah majalah mode. Aku kan jadi kesal dengan gaya rambut tidak jelas buatan Sady.

Belum lagi kalau Sady sudah kumat dengan kebersihannya. Seharian penuh, punggungku bisa habis digosok olehnya cuma karena kau kecipratan lumpur di jalan. katanya aku banyak kumannya. Apalagi kalau menyangkut keuangan. Aku minta dibelikan sekumpulan ikan kecil saja dia langsung menjentikkan jari dan menyemburkan mottonya, hemat pangkal kaya.

Tapi Sady tetaplah Sady. Semenjengkelkan apa pun sifatnya, secapek apa pun aku melakukan daftar yang sudah ia buat, aku telah memilihnya sejak awal dan berjanji akan selalu membahagiakannya. Malah akan menjadi berbeda kalau dia berubah menjadi istri kalem, bermulut manis, dan sering kerja di dapur. Rasanya ada yang salah saja. Rasanya aku bukan menikahi Sady si tukang suruh, pemalas, dan tentunya yang mencintai suaminya dengan baik.

Apa pun itu, asalkan Sady merasa bahagia aku tetap akan melakukannya. Dan jika ada kata yang lebih hebat daripada kata ‘cinta’ aku akan mati-matian memberikannya meski dilakukan dengan berdarah. Karena aku mencintainya. Sangat. Lebih dari apa pun.

Purwakarta, 2 Maret 2015

1545696_799123193475448_1590826402508308213_n

10264869_799122626808838_390654746823398546_n

10945573_799122793475488_7445464674671198619_n

11026056_799123246808776_2526434352249406949_n

Advertisements

2 thoughts on “Scary of Sady

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s