Nasihat ter-hakpret!

Alkisah…. (Halah)

Gue bukan mau berpidato atau  numpang curhat. Gue cuma mau sharing beberapa paragraf yang entah berguna atau nggak. Lo juga nggak perlu khawatir. Gue bukan sales yang mau nawarin produk yang ada ekstraknya atau mau cerita kisah sedih di hari minggu yang mendayu-dayu dan penuh haru-biru. Tenang aja!

Ada beberapa hal yang nggak pernah lepas dari sifat manusia dari dulu sampai sekarang. Beberapa diantaranya bakal gue bahas di sini. Mari simak!

Pertama. Sejak dulu sampai sekarang kebanyakan orang selalu mengalami masalah sama gengsi. Ngapain sih pake gengsi-gengsian?  Gengsi berlebihan tidak akan mengurangi lemak di perut Anda. Ingat! Lho?

Gue sendiri nggak memungkiri meski kadang-kadang gengsi kalau ditawarin martabak telor sama tukang dagangnya atau saat bepergian lupa nggak bawa duit. Yah, namanya juga manusia pasti punya rasa gengsi lah. Namun, kalau dalam keadaan mendesak gue sama sekali tidak memikirkan gengsi itu lagi. Contohnya, kalau lagi berantem sama adek gue, sebut saja dia Bintang, lalu gue perlu penghapus dan harus pinjem sama dia. Karena gue sudah lewat masa kelulusan mau bagaimana lagi, kan? Mau beli juga males kalau cuma penghapus doang. Mending pinjem penghapus gopean dia, kan?  Terpaksa gue menghilangkan rasa gengsi itu dengan tampang tak tahu malu. Tanpa segan gue masuk ke kamarnya dan meraih tas pundaknya sambil merogoh tempat pensilnya dan bilang , “Gue pinjem penghapus!” Bintang  tentu saja tidak menyetujui. Namun karena ketangkasan gue, sebelum dia mengamuk gue sudah lari dan mengurung diri di kamar sambil cekikikkan.

Kedua. Ragu-ragu. Ragu-ragu bisa berakibat fatal bagi kemaslahatan hidup manusia. (Halah! Gue mulai sok tahu lagi.) Ragu-ragu karena tidak percaya diri juga sering dialami remaja yang sudah beranjak dewasa. Biasanya mereka memikirkan dulu prospek ke depannya, sehingga langkah dan keputusan yang mereka sangat memengaruhi masa depan. Hal itulah yangg akan menimbulkan keragu-raguan dalam mengambil keputusan. Gue sendiri sering mengalami keragu-raguan selama ini. Misalnya ragu-ragu untuk terjun dari puncak monas atau potong rambut dengan gaya cepak atau plontos. Mikir beratus-ratus kali pun gue masih nggak yakin, ragu untuk melakukan hal gila itu.

Ok, yang terakhir. Merasa menyesal. Banyak sekali penyesalan di dunia ini. Menyesal telah melepasmu contohnya. Cieee, uhuk! Kadang orang melakukan sesuatu yang bertolak belakang dengan hati mereka. Mereka hanya mengandalkan pemikiran sehingga menimbulkan sebuah penyesalan yang akhirnya menghancurkan mereka sendiri. Sebisa mungkin kita harus menghindari penyesalan, guys! Pilihan yang kita ambil seharusnya dipikirkan matang-matang dan direnungkan bersama hati kecil kalian. Setidaknya dengan pengendapan waktu itu bisa meminimalisir banyaknya penyesalan di dunia ini.

Contoh penyesalan lainnya. Ketika ada orang yang jelas sayang sama lo tapi lo malah bersikap dingin dan tidak menganggapnya. Yang perlu lo tahu dia nggak pernah kehilangan emosinya meski dipatahkan berulang kali. Sampai suatu saat lo naruh hati sama dia, dia yang sekarang mungkin sudah melepas lo atau berpaling ke seseorang yang lain. Dan akhirnya lo akan mengalami yang namanya penyesalan itu. “Kenapa ya nggak gue rangkul aja dia dari dulu? Kenapa gue nggak sadar sama perasaan gue? Kenapa? Ah, kenapa ya?” Kenapa coba? Nggak ada jawaban untuk semua pertanyaan itu. Semuanya udah berakhir dan lo harus mengulangnya dari awal lagi. Keputusan memang harus diambil secara matang. Sebenarnya lo cuma ada dua pilihan saat mengahadapi situasi kayak gini. Tapi dianjurkan diambil saat-saat pertama. Tinggal atau pergi? Lo kudu pilih salah satu, nggak bisa pilih keduanya. Tinggal lalu pergi atau pergi lalu kembali. Hakprettt! Mana ada yang mau!?

Anggap aja ini sebuah pemainan tarik tambang. “Sekuat tenaga kamu mencapai tali dan menariknya kencang-kencang, bisa saja lawanmu malah melepaskan tali, lalu pergi.”  Entah dapet bisikan dari mana gue nemu filosofi kayak gitu. Bagian yang terpenting adalah saat lo berbalik dia udah nggak ada di tempatnya lagi. Syukurin! Gue semangat banget deh kalau ngebahas beginian. So, lo harus pintar-pintar mengambil keputusan, nih. OK! Ini cuma nasehat kecil aja, sih. Kalau nggak bermanfaat ya mohon dimaklumi kalau sebaliknya diharap mengirim satu koper uang ke alamat di bawah ini. Gue nggak becanda, kok.

Tapi ada satu hal yang tanpa perlu dipirkan terlebih dahulu. Ini sesunguhnya nggak akan membuat wanita mana pun merasa menyesal. Yaitu melahirkan anaknya. Begitu pun dengan Mama gue, dia pasti nggak akan menyesal. Tunggu-tunggu! Apa iya? Ah, sudahlah, Kembali ke keperayaan masing-masing aja, ya!

Kesimpulannya, tiga hal tersebut saling berkaitan. Gengsi – Ragu-ragu – Penyesalan. Yeah! Ingat gengsi berlebihan tidak akan menghilangkan lemak diperut Anda!

Regard

Purwakarta, 17 September 2014